27-28
Februari 2015. Perjalanan ini akhirnya terealisasi dari sekian wacana yang
terjadi. Perjalanan kali ini kami pergi ke Pulau Pramuka. Pulau Pramuka
merupakan salah satu pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini
terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Untuk mencapai Pulau ini sangat
mudah yaitu dengan menyebrang menggunakan kapal speed boat dari Marina, Ancol atau dengan kapal ferry traditional
dari Muara Angke.
Perjalanan
kami kali ini merupakan perjalanan mandiri/ wisata mandiri. Tanpa tour guide,
mencari informasi sendiri, dan dengan budget yang minim. Istilahnya yang sering
kita sebut dengan backpacking dan
kami pelakunya disebut dengan backpacker.
Setelah mencari informasi mengenai pulau, kami merencanakan perjalanan dari
tanggal, budget, penginapan, dan apa saja yang akan kita nikmati disana
nantinya. Beruntung kami telah menemukan tempat untuk bermalam (home stay) tiga hari sebelum kami tiba
disana.
Perjalanan
dimulai dari Jumat, 27 Februari 205 jam 05.00 WIB kami bersembilan menggunakan kereta ke stasiun Senen dari stasiun Universitas Pancasila, setelah itu kami mencarter
angkot ke Muara Angke (atau bisa naik angkot nomor 02) dengan biaya ongkos
Rp100.000,- kami diantar sampai dalam karena harus melewati pasar ikannya sangat bau
menyengat dan becek genangan hitam. Lalu kami menaiki kapal ferry tradisional
jurusan Pulau Pramuka, saat itu kami dikenakan tarif sebesar Rp40.000,-. Kapal yang kami naiki ini memiliki dua tujuan
yaitu Pulau Pari dan Pulau Pramuka oleh sebabnya kami transit di Pulau Pari
sebentar. Ini dia sedikit cuplikannya:
| Pulau Pari |
Setibanya
disana sekitar pukul 11 kurang kami langsung menuju tempat home stay kami yaitu tempat yang dimiliki oleh Bapak Suryadi.
Setelah berbenah dan bertansaksi kami memasuki rumah tersebut yang difasilitasi
2 kasur (tanpa kerangkai kasur) di lantai , kamar mandi bersih, dan televisi. Tempat hunian yang nyaman bagi kami bersembilan. Hari
tu adalah hari Jumat, karena itu kami harus menunggu hingga waktu untuk solat
jumat selesai untuk melakukan aktivitas bersama Bapak Suryadi. Sembari menunggu
Pak Suryadi, kami makan siang terlebh dahulu dan berjumpa dengan artis Yukikato
yang kebetulan sedang berlibur di sana juga.
Yup! Waktu solat Jumat telah selesai dan destnasi
pertama kita adalah Penangkaran Penyu! Tdak jauh dar dermaga & homestay kami, kami berjalan menuju penangkaran penyu. Tempatya
tidak begitu besar namun banyak penyu yang dibiakkan disana dari anak penyu
hingga penyu dewasa. Usai bermain-main dengan penyu ternyata di depan
penangkaran penyu terdapat hutan bakau yang cukup cantik jadi kami menyempatkan
untuk berfoto sebentar dsana.
| Lucu yaa...... yang megang penyu :p |
| Makin bingung yang mana penyu nya. Mungkin yang di belakang! :D |
| Penyu aja bisa diajarin Taekwondo sama Sabeum ini. Ciyat! |
| The most romantic couple of this century <3 |
"Dari kemarin hujan terus setiap hari neng, baru hari ini engga. Cerah inih"
"Seriusan Pak?"
Kapal melaju kencang dan semakin kencang angin berhembus menuju wajah dan menerbangkan rambut kami. Kami berteriak riang sambil menyentuh aduan air laut yang dibelah oleh kapal kami. Setibanya disana kami bermain di bibir pantai pulau yang sangat cantik ini. Airnya begitu jernih banyak dari kami yang melakukan atraksi di tepi lautnya dan mengabadikannya. Kami berjumpa kembali dengan Yukikato ternyata dia dan groupnya mendirikan kemah di Pulau Semak Daun.
| Nahkoda kapal, Pak Suryadi. Salah deng! |
| Omg what happened with their legs |
| Jump till you reach the sky. Semak Daun Island |
Karena keasikan bermain kami dipanggil oleh nahkoda
kapal kami yaitu Pak Suryadi karena harus melanjutkan perjalanan dan persiapan
untuk snorekeling!! Ini dia yang sangat kami
tunggu-tunggu, terutama saya karena ini adalah pengalaman bawah laut pertama
saya. Setelah memakai kaki katak dan perlegkapan selang, kami tiba di spot
snorkeling pertama entah di koordinat bujur dan lintang berapa yang jelas saya
sudah di tengah laut hehe.. dan bernar pertama kami diajarkan bagaimana cara
memakai pelampung yang benar dan perlengkapan lainnya yatu selang, kacamata dan
kaki katak. Kami secara bergantian memasuki kedalaman laut dan saya melihat
beragai terumbu karang dan ikan berbaga macam jenis dan warna. Saat itu saya
ingin berteriak kegirangan namun hanya bisa dalam hati karena harus menahan dan
mengatur pernafasan.
INDAHNYA ALAM INDONESIA!
Puas dengan snorkeling ternyata kami masih memiliki
destinasi tempat yang dituju yaitu Pulau Air. Pulau ini dinamakan Pulau Air karena pulau ini hanya
ada pada jam tertentu saat air lau sedang surut. Pulau yang begitu cantik
karena saat perjalanan ke pulau tersebut juga banyak tempat yang sangat cantik
seperti Celah Pulau Air yang merupakan salah satu spot favorite saya. Dan benar
saja di pulau tersebut tidak ada rumah hanya saung, drum dan koin laut yang
bertebaran.
| Siap menyelami hatimu yang sedalam lautan. |
| Mermaid Coin |
| Celah Pulau Air |
Hujan mengguyur malam ini dikala tulisan ini selesai kubuat. Segelas coklat hangat mungkin dapat mencairkan bekunya hawa dingin ini. See you in the next journey!
Gnight❤
