Kalau saya Pasien Covid-19, apa yang kulakukan?

By Grace Ignacia - April 28, 2020

Kamis, 9 April 2020 
Akan jadi momen yang ga terlupakan selama hidup ku.
Aku bebas!
————
Bermula di hari Senin, 23 Maret 2020.
Badan ku panas.
Timbul bintik-bintik merah
Di seluruh badan.
Kostan bersih dari Aedes Aegypty.
Apa mungkin aku kena lagi?
Menunggu cek lab darah di Rumah Sakit,
Hasilnya nihil.


Aku kenapa?
Badan panas.
Suster minta aku untuk cek paru-paru dan toraks. Aku tidak dikasih ruangan, terlentang di tenda emergency seperti tenda TNI darurat di drama korea yang lagi perang.






Menunggu lama..
Untung ada kekasihku yang menemani.
Thank you dear…
15.33 WIB hasil lab Thorax keluar.
Semua normal, kecuali satu hal
Ada Infiltrat Perihilier kiri dan parakardial bilateral.
Tandanya ada bercak/ bayangan (warna keputihan) pada hasil rontgen ku. Penyebabnya banyak kemungkinan: pneumonia, tuberkulosis paru, atau infeksi lainnya.

Kata dokter aku Pneumonia Bilateral.
Dari gejala yang ditunjukkan, dokter merujuk aku ke RS Darurat Wisma Atlit. Aku didiagnosis PDP Covid-19, butuh ruang untuk isolasi mandiri.

Jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi, aku dapat panggilan dari kakak ku. Aku belum dapat ruangan, pun RS Wisma Atlit yang baru buka itu belum terorganisir dengen baik (atau mungkin karena ini sudah sangat larut) karena ambulance sudah siap untuk antar aku kesana.

Kakak, my dear & suster sibuk urus administrasi.
Untuk memastikan aku dapat kamar dulu sampai besok pagi.
Akhirnya pukul 3 pagi, aku diberikan ruangan isolasi sendiri sampai besok diantar ke RS Darurat Wisma Atlit.
————
Aku dapat ruangan di Lantai 5
Serangkaian cek kulakukan
Ruangan yang diberikan nyaman
Makanan pun cukup nikmat
Suster & pasien sesekali memberi semangat di WAG lantai 5
14 hari melakukan isolasi mandiri jadi pengalaman yang tak terlupakan untukku.



Aku negatif!
Aku sehat dan sudah boleh pulang dengan syarat
Kalau ada gejala sakit paru2 aku harus kembali.
————
Kalau kamu merasakan gejala yang menunjukkan Covid-19
  • Demam di atas 35 ++
  • Susah/sesak bernafas
  • Badan pegal linu

Yang harus kamu lakukan ialah:
  • Cek swab, pergi ke RS yang sudah siap menangani Covid-19
  • Gunakan masker setiap saat (karena bisa berbahaya untuk orang lain yang punya kekebalan tubuh lebih lemah darimu)
  • Lakukan isolasi mandiri, cari RS yang sudah siap menangani pasien Covid-19/ RS Darurat Wisma Atlit (kalau di Jakarta)
  • Hindari kontak dengan apapun apabila kamu belum melakukan isolasi mandiri. Sebab, dapat menularkan ke orang lain.
  • Persiapkan dirimu dari kemungkinan resiko-resiko lain.


Aku bersyukur, aku tidak mengalami hal-hal mengerikan yang diberitakan di media. Banyak kisah di media tidak dapat bertemu dengan anggota keluarga lainnya apabila positif & harus segera dikebumikan.

Aku bersyukur, bisa bertemu kembali kumpul bersama orang tua & keluarga ku.

Bisa berpisah dari ruangan lantai 5 (lima) itu!
Bisa ikut ibadah bersama keluarga.

Berjaga-jaga sebelum bencana tiba, kenapa tidak?

Terimakasih…
Untuk semua yang bersinggungan dengan ku hingga aku sembuh.

Tertanda,
70513


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar