"Besok jalan
yuk?"
"Kemana?"
"Mumpung
Jessika disini, ada tempat baru nih"
"Kemana??"
"Leuwi Hejo,
temenku ada yang udah kesana. Bagus"
"Coba liat
nih di Instagram, ah jelek airnya sedikit"
"Bagus tau,
deket lagi aku ajak Agatha"
"Jangan, kita
ke Cigamea aja nih airnya banyak bagus lagi"
"Engga,
bagusan Hejo liat airnya ijo"
Finally kita ke
Cigamea.
Curug Cigamea terletak di Kampung Rawa Lega Desa Gunung Sari, untuk mencapainya harus berjalan kaki sejauh 600 m. Kontur jalannya curam ke bawah tapi sudah bagus dan ada rail untuk pegangan. Curug ini memiliki keunikan tersendiri, kalau cuaca sedang bagus hempasan air terjun akan mementuk pelangi mini yang menawan :)
Curug Cigamea memiliki dua aliran air terjun yang bersampingan. Pertama yang akan kita temui memiliki latar belakang batu hitam besar dengan air yang jernih dan cukup dingin. Aliran yang di sebelahnya meiliki latar batu cokelat dengan kumpulan air yang lebih banyak dan lebih dalam. Untuk menuju lokasi ini disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena jika ingin menggunakan angkutan umum dari stasiun Bogor cukup menguras dompet karena harus tiga kali menyambung angkot dengan tarif yang lumayan.
Jalan menuju kesini tidaklah sulit. Dari stasiun Bogor >> 03 jurusan Bubulak >> Lanjut angkot jurusan Leuwiliang turun di pertigaan Batok >> Dari pertigaan Batok naik angkot lagi jurusan Gunung Picung.
| Cuaca sedang cerah, pelangi pun datang berjamu. |
![]() |
| Cukup dalam, aku tak bisa menyentuh dasarnya. |
| Penuh perjuangan sampai di tepian ini dengan debit air yang kencang dan tak ada batu jadi pegangan. |
Teach our kids the real meaning of traveling.
Take
them playing on the beaches
or
amusement parks, visiting museums,
experiencing
local transport,
or
strolling in the parks.
Don't
take them to the malls.
Don't let them think that travelling means shopping

