Consult

By Grace Ignacia - February 19, 2018

Aku sering menjadi tempat orang bercerita dan meminta saran.
Orang yang bercerita kepadaku datang dari latar belakang permasalahan yang beragam. Keluarga, organisasi, travelling, akademik, pengalaman, dan dari semua itu terbanyak dari permasalahan hubungan dengan pasangan. (oh well, bahkan aku saja belum menikah :") )

Memang, menikah bukan merupakan tolok ukur kita sudah mengerti masalah percintaan, karena itu di satu sisi aku bangga dipercaya oleh mereka yang bercerita kepadaku, di sisi lain permasalahan mereka menjadi tolok ukur aku mensyukuri apa yang telah aku dapatkan hingga saat ini. Bagaimana caraku menghadapi seseorang bahkan sekelompok orang yang sedang membutuhkan saran/ masukan ketika menghadapi masalah?

Menjawab itu, memang harus kembali ke tiap-tiap poin permasalahan. Namun ada beberapa hal umum yang sering aku lakukan dan hal ini sangat membantu aku untuk menjawab permasalahan mereka dengan cukup baik.

  1. Just Listen, Solution is not (too) Important
  2. Sering Membaca Buku Motivasi
  3. Change the Pattern!
  4. Give the Worst Probability

JUST LISTEN, Solution is not (too) Important

Solusi memang penting, tapi aku memandang selama ini mendengarkan lebih penting. Karena terkadang orang yang datang kepada kita hanya butuh didengarkan. Supaya mereka merasa lega. Aku pernah merasa sudah buntu dan tertekan bingung dengan masalah yang aku hadapi. Setelah aku bercerita, aku lega dan berserah tanpa harus bertengkar sama pikiranku sendiri. Kamu tidak perlu memberikan solusi. Just listen! Sometimes they only need someone hear their stories, and the solution will followed by. Solusi biasanya akan mengikuti alur pembicaraan jika kamu menyimak dengan baik apa yang dia ceritakan. Jika kamu sebagai pendengar memiliki solusi yang tepat, kamu boleh menawarkan solusi tersebut :)   

READ MOTIVATION BOOKS

Aku sering membaca buku motivasi. The things I do are motivate them not too drown into their problem(s). Memotivasi untuk tidak tenggelam ke dalam masalah mereka. Banyak yang aku temui dan simpulkan masalah yang dihadapi karena kurangnya kepercayaan diri mereka dan mereka istilahnya jiper atau down duluan. Nah, kita harus memotivasi mereka dengan mengubah pola pikir mereka terkait value of his/ her self. Biasanya aku menganalogikan dengan pengalaman yang sangat real yaitu pengalaman pribadi atau pengalaman orang terdekat ku (namun tetap menjaga identitas orang yang aku analogikan)

PATTERN CHANGE!

Nah point ketiga ini, kelanjutan dari point kedua. Salah satu motivasi itu adalah dengan cara merubah pola. Apa yang diubah?

- Kedudukan/ pola pikir terhadap posisi dia. Kalo dia merasa down, sadarkan dia dengan cara mengangkat apa kelebihannya. Pangkas semua hal-hal atau pemikiran negatif. Tangkis semua kemungkinan-kemungkinan. Beri mereka kekuatan. Bila perlu, tantang dia dan pertanyakan kemampuannya.

- Kebiasaan. Ganti. Rusak pola yang sekarang. Jika kita merubah pola kebiasaan yang sekarang, biasanya perlahan masalah tersebut pun berubah polanya. yang awalnya semakin hari masalah semakin memburuk, kali ini semakin hari semakin berubah menjadi hal lain, yaitu lebih baik

GIVE THE WORST PROBABILITY

Setelah emosional si pencerita kita bawa ke puncak, dan mereka merasa hampir siap menghadapi-kegusaran- mereka, aku memberikan bekal kepada mereka yaitu sebuah hati yang siap untuk mendapatkan hal yang terburuk. Hati yang siap dan mau menerima apapun yang terjadi nantinya. Dan mengatakan "hal tersebut tidak buruk" "hal tersebut normal, bahkan banyak yang lebih parah dari permasalahan ini namun mereka masih kuat bertahan"



note: kita sebagai pendengar wajib menjaga rahasia masalah pribadi orang yang bercerita kepada kita. Tidak etis apabila masalah pribadi disebar baik tidak disengaja apalagi disengaja, karena kita  harus menjaga bahwa kita sudah dipercaya.

Bagi kamu yang mengalami masalah sebaiknya jangan terlalu sering semua masalah kecil minta bantuan orang, selesaikan lebih dahulu jika sudah tumpul mentok baru cerita kepada orang yang dipercaya.


  • Share:

You Might Also Like

1 komentar